Umrah atau Umroh: Mana Penulisan yang Tepat?
Bagi umat Islam, perjalanan spiritual ke Tanah Suci Makkah adalah ibadah yang penuh makna. Setiap tahun, jutaan muslim dari seluruh dunia datang untuk menunaikan haji maupun umrah. Namun, di Indonesia sering muncul pertanyaan: sebenarnya penulisan yang benar itu “umrah” atau “umroh”?
Asal-usul Istilah Umrah
Kata umrah (عمرة) dalam bahasa Arab berarti kunjungan. Dalam syariat Islam, ia merujuk pada ibadah ziarah ke Baitullah di luar musim haji, dengan rangkaian ritual ihram, thawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, serta tahallul. Meski hukumnya sunnah, umrah memiliki nilai spiritual yang sangat besar dan dianjurkan bagi umat Islam.
Umrah vs. Umroh
Secara transliterasi resmi, penulisan yang tepat adalah umrah. Hal ini sesuai dengan standar internasional serta digunakan dalam literatur keislaman, dokumen resmi Kementerian Agama, dan karya akademis.
Sementara itu, penulisan umroh muncul karena pengaruh fonetik bahasa Indonesia. Sama seperti kata “shalat” yang sering diucapkan “sholat”, istilah umroh terasa lebih akrab di telinga masyarakat sehingga kerap dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun iklan biro perjalanan.
Pandangan Bahasa Indonesia
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menetapkan bentuk baku adalah “umrah”. Maka, dalam tulisan formal seperti berita, karya ilmiah, atau dokumen resmi, sebaiknya digunakan penulisan umrah.
Namun, dalam konteks non-formal atau promosi, penggunaan umroh masih dapat diterima karena lebih mudah dipahami dan familiar bagi masyarakat luas.
Pentingnya Konsistensi
Apapun pilihan penulisan yang digunakan, yang terpenting adalah konsistensi. Jika sebuah instansi menggunakan “umrah”, sebaiknya istilah itu dipertahankan di semua konten. Begitu juga jika memilih “umroh” untuk tujuan pemasaran, gunakan secara konsisten agar pesan tetap jelas.
Kesimpulan
- “Umrah”: bentuk baku, resmi, sesuai KBBI dan transliterasi Arab-Latin.
- “Umroh”: bentuk populer, lebih akrab di masyarakat, lazim dipakai dalam percakapan dan promosi.
Dengan demikian, keduanya tidak salah selama digunakan sesuai konteks. Untuk urusan akademis dan resmi, pilihlah umrah. Untuk komunikasi santai dan promosi, umroh bisa lebih efektif.
Semoga penjelasan ini membantu kita lebih bijak dalam memilih istilah, sekaligus menjadi doa agar Allah SWT memberi kesempatan kepada kita semua untuk berziarah ke Baitullah dan melaksanakan ibadah umrah dengan penuh kekhusyukan. Aamiin.